Mobil hal ini apakah kita ingin jika mobil tak

Mobil tak berawak merupakan mobil yang
biasanya dikenal dengan sebutan mobil tanpa kemudi atau sebutan  yang digunakan pada umumnya adalah mobil
otonom. Seiring pesatnya perkembangan zaman dapat dipastikan bahwa mobil tak
berawak ini akan memenuhi area jalanan diberbagai negara di masa yang akan
datang. Dimana keberadaan mobil tak berawak ini membawa keuntungan karena dapat
meminimalisir kecelakaan lalu lintas, tidak menyebabkan polusi dan menghemat
bahan bakar alam karena dikendalikan sepenuhnya oleh sistem. Namun karena
dikendalikan sepenuhnya oleh sistem, siapa pihak yang akan disalahkan jika
seandainya terjadi kegagalan sistem dan menimbulkan kecelakaan? Siapa yang akan
disalahkan jika terjadi kecelakaan dimana mobil tak berawak melanggar rambu
lalu lintas karena hanya dikendalikan sepenuhnya oleh sistem? Maka dalam hal
ini apakah kita  ingin jika mobil tak
berawak meengikuti sistem keras layaknya komputer? Atau kita ingin agar mobil
tak berawak ini bisa berperilaku selayaknya seperti manusia atau dalam kata
lain seperti berpengemudi?

Pembahasan

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

            Pengembangan
mobil tak berawak selain dirancang untuk menjadi mobil impian di masa depan,
ternyata juga dirancang untuk mengkaji perilaku-perilaku manusia saat
menghadapi suatu situasi yang terdesak atau tidak dapat dihindari yang
mengharuskan manusia untuk memutuskan pilihan berdasarkan moral dan etika dalam
situasi tersebut. “Institut Ilmu Kognitif di Universitas Osnabrück melakukan
suatu eksperimen tentang keputusan moral yang akan diambil manusia saat
mengalami suatu keadaan dimana manusia harus memutuskan sesuatu berdasarkan
tingkat kepentingan konteks yang mengacu pada suatu nilai yang berhubungan
dengan manusia, benda mati, hewan ataupun tumbuhan.” ( Wilson : 2017 )

Penelitian tersebut
dilakukan dengan meminta manusia untuk melakukan suatu keputusan moral berdasarkan
tingkat kepentingan di dalam suatu situasi yang mengharuskan manusia untuk
memilih objek mana yang harus di selamatkan diantara manusia, hewan atau benda
mati saat menghadapi suatu kejadian yang tidak diinginkan atau tidak diduga
seperti tabrakan atau situasi mendesak lain yang tidak bisa dihindari.

Dari penelitian yang
dilakukan, dapat dikatakan bahwa perilaku manusia untuk melakukan keputusan
moral saat menghadapi situasi yang tak terduga bisa diterapkan pada mobil tak
berawak seperti halnya perilaku mobil tak berawak saat akan menghadapi suatu tabrakan dimana manusia akan mengalami
dilema dan mobil tak berawak akan mengalami
suatu kecelakaan yang tidak dapat dihindari dengan mempertimbangkan untuk mengorbankan
sesuatu yang tingkat kepentingannya kecil. Dalam hal itu dapat dikatakan bahwa
konsep membuat keputusan moral yang dilakukan manusia dapat dilakukan pada
mobil tak berawak dalam hal menghadapi situasi yang tidak terhindarkan.

Muncul pertanyaan tentang
pengambilan keputusan moral oleh manusia yang diterapkan dalam mobil tak
berawak seperti apakah penanaman nilai moral manusia dalam sistem mobil tak
berawak penting untuk dilakukan? Jika mobil tak berawak diprogram dengan sistem
perilaku moral yang sama seperti manusia, siapa pihak yang akan disalahkan jika
terjadi kesalahan dalam penerapan program tersebut?

Misalnya seekor kucing
yang berlari melewati sebuah mobil yang sedang melaju kencang di jalanan yang
bisa diketahui dengan jelas bahwa kucing tersebut berperan serta dalam menimbulkan
terjadinya kecelakaan di jalanan, sehingga bisa dikatakan kurang layak untuk
diselamatkan dibandingkan dengan anak kecil yang sedang berjalan di trotoar
yang dalam hal ini tidak berperan serta dalam menimbulkan kecelakaan. Dari pemisalan
tersebut bisa menentukan bahwa pengambilan keputusan moral dalam pemisalan itu merupakan
nilai moral yang dimiliki oleh sebagian besar orang.

“Masih tertinggal
perasaan dilema akan dua hal setelah mengetahui cara penerapan pembuatan
keputusan etis oleh manusia dalam sistem mobil tak berawak seperti nilai-nilai
apa sajakah yang harus diterapkan dalam sistem mobil tak berawak dan haruskah keputusan
moral manusia diterapkan dalam siatem mobil tak berawak?” ( Berkeley : 2017 )

Penutup
            Dalam
hal ini dapat disimpulkan bahwa, pentingnya penerapan keputusan moral manusia
dalam sistem mobil tak berawak ini agar adanya sikap lebih manusiawi dalam
pengendalian mobil tak berawak ini layaknya mobil berpengemudi pada umumnya
agar kecanggihan-kecanggihan yang sudah modern dalam mobil tak berawak ini
tidak berkurang kualitasnya di mata masyarakat karena sudah menjadi cacat
dengan sistem pengendalian mobil tak berawak yang cepat , keras dan tidak
manusiawi.